YUK BERSAMA MEMBUAT BIOPORI DAN MENGELOLA LIMBAH DI KAMPUS PPI MADIUN!

08 May 2024

Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun mengadakan kegiatan membuat lubang biopori dan megelola limbah organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus PPI Madiun pada hari Rabu, 08 Mei 2024yang diikuti oleh Taruna/i PPI Madiun. 

Pembuatan biopori berlokasikan di halaman depan belakang gedung merah putih dan depan gedung rektorat. Lokasi tersebut dipilih dengan tujuan untuk mengatasi kondisi tanah yang cepat jenuh ketika hujan turun, yang dapat menimbukan genangan cukup tinggi, karena saluran air yang ada di PPI Madiun kurang mampu menahan genangan tersebut. Lubang biopori yang dibuat, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat antara lain:

  1. Meresapkan air hujan ke dalam tanah
  2. Mencegah genangan air/limpasan/banjir
  3. Membuat kompos
  4. Menambah cadangan airtanah

Sebelum melakukan praktik langsung, Ketua UI Greenmetric menyampaikan sedikit pengantar dan materi mengenai biopori, yaitu: jenis biopori, tujuan dan manfaat pembuatan, pemanfaatan, peningkatan efektivitas, hingga teknis pembuatan. Beliau menyatakan bahwa biopori dapat dibuat menggunakan dua model. Yang pertama, pipa melapisi seluruh dinding lubang biopori. Sebelumnya, pipa harus diberi lubang agar air juga dapat terserap melalui samping-samping lubang. Yang kedua, pipa hanya menyangga bibir lubang biopori. Pipa yang digunakan pada model ini tidak perlu dilubangi samping-sampingnya, tetapi ukurannya lebih pendek. Terdapat 16 lubang biopori pada masing-masing lokasi. Tiap lubang memiliki diameter 10 cm dengan kedalaman 1 m. Jarak antarlubang dibuat sebesar 1,5 m. Sebagian besar lubang menggunakan model yang kedua. Alat dan bahan yang digunakan adalah bor tanah, pipa paralon, dan tutup pipa, serta gergaji, bor, pita ukur, dan spidol untuk memotong dan melubangi pipa.

Setelah pembuatan lubang biopori selesai, dilanjutkan dengan kegiatan pengelolaan limbah organik di halaman Upacara depan gedung Auditorium. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Tim Limbah UI Greenmetric. 

Setiap harinya, PPI Madiun memproduksi sampah organik berupa sampah taman dan limbah bekas permakanan. Dengan demikian, pengelolaan limbah ini menjadi sangat efektif dalam pengurangan timbulan sampah nantinya. Selain itu, pupuk kompos yang dihasilkan juga dapat mengurangi belanja pupuk untuk taman-taman di PPI Madiun.

Alat yang digunakan untuk mengelola limbah organik adalah drum, tuutp drum, ember, dan tutup ember, sedangkan bahannya adalah limbah organik, EM4, gula pasir/gula merah, air, pupuk kompos yang sudah matang. Pembuatan pupuk organik yang didemonstrasikan kali ini adalah menggunakan metode anaerob (tanpa udara). Apabila ingin mensubstitusikan biomolekul kimia EM4, Ibu Marmi juga memberikan demonstrasi biomolekul alami dengan menggunakan bekatul, gula pasir/gula merah, air, dan sekam bakar. Perbandingannya adalah 1:1:1 seluruh bahan dengan 50 air.

Kegiatan ini disambut baik oleh taruna/i PPI Madiun. Selain itu, antusiasme tidak hanya dirasakan oleh taruna/i, tetapi juga Bapak/Ibu tenaga kependidikan yang melihat langsung proses pembuatan biopori dan pengelolaan limbah organik. Tidak sedikit Bapak/Ibu tenaga kependidikan yang ikut membantu proses kegiatan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal kegiatan-kegiatan pro-lingkungan lainnya di PPI Madiun agar terwujudnya kampus yang berwawasan lingkungan dan bekelanjutan.

Salam lestari!